Bab 03 – Si Kharismatik Charlie Wade

Bab 03 – Si Kharismatik Charlie Wade

sekarang selanjutnya, sesudah menyediakan sarapan, Charlie naik motor skuternya menuju kantor Emgrand Group
Motor skuternya diparkir di daerah parkir Emgrand. Sesudah ia mengunci motor skuternya, sebuah mobil Bantley hitam perlahan parkir di seberang daerah ia parkir.
Secara engga menyengaja ia memperhatikan pasangan muda yang turun dari mobil tersebut.
Laki-lakinya mengenakan setelan bermerek, tampak cakep dan cerdas. Sementara, pasangan perempuannya bergaya flamboyan. Meskipun menonjol rada mencolok, akan tetapi dapet dibilang anggun.
Terbukti, cewek muda tersebut ialah Wendy Wilson, sepupu Claire, dan tunangannya Gerald White.
Charlie engga tau mengapa mreka terdapat di sini, tapi ia tau teknik paling baik menghindar dari permasalahan ialah menjauh dari mreka.

Tetapi, semakin ia ingin bersembunyi, kian besar harapan mreka untuk memperhatikan Charlie.
Wendy memperhatikan Charlie dari segi matanya. Ia berkoar dengan kencang, “Hei, Charlie”
Wendy memanggil namanya dengan ramah, tapi Charlie merasa merinding di sekujur punggungnya.
Semata alasan kesopanan, ia cuman berdiri di tempatnya sambil menanti mreka mendekatinya. Ia tersenyum dan mengucapkan, “Wendy, hai, mengapa anda di sini?”

Wendy tertawa, “‘Oh, Gerald di sini untuk berjumpa dengan Doris Young, Wakil Direktur dari Emgrand Group! Saya ke sini untuk mendampinginya.”

Lalu ia berbalik memandang Gerald dengan penuh sayang dan mengucapkan, “Family White mempunyai bnyak proyek dengan Emgrand Group. Proyek tersebut engga cuman menolong family White tapi juga family Wilson di waktu depan.”

Charlie tak tau bila family White ialah salah satu mitra dagang dari Emgrand Group. Lagi pula, ia baru aja mengambil alih perusahaan dan ia enggak memiliki bnyak waktu untuk tahu secara terperinci.

Ia tak memperlihatkan ekspresi yang aneh. Sebaliknya, ia berkata sopan dan ringkas, “‘Tuan White amat berbakat dan mengagumkan, kalian berdua pasti pasangan yang serasi!”
Gerald melirik najis ke arah Charlie, sambil merasa murka.

Sampah ini yang kemaren dimarahi mati-matian oleh Nyonya Wilson di depan semua orang, gmna bisa hari ini ia tersenyum kayak badut seakan-akan engga terjadi apa-apa?

Mengapa Claire, seorang cewek yang mempesona dan mengagumkan, menikah dengan sampah kayak ini?
Kalau sampah ini engga ada, ia pasti akan mengejar Claire habis-habisan! Sapa yang pengen bertunangan dengan Wendy, cuman cewek biasa kalau diperbandingkan dalam segala segi?

Gerald menghela nafas dengan berat dan bertanya dengan nada takabur, “Mengapa kamu di sini?”
Charlie menanggapi santai, “Saya ke sini untuk melamar kerja.”

“Melamar kerja ?” Gerald mencibir najis . “Kamu? Sampah yang tak dapat melakukan apa bahkan berharap melamar kerja di Emgrand? Kamu bercanda?”

Charlie mengerutkan dahinya. “Apa urusanmu?”
Alasan kenapa Wendy memanggil Charlie, target dasarnya ialah untuk mempermalukannya. Kini Gerald udah mengawalinya, ia langsung menertawai, “Mengapa? Gerald bener ‘kan, bukankah gitu?”
“Dalam hal pendidikan, apakah kamu punya titel sarjana ?”
“Dalam hal keahlian dan keterampilan, apa kamu milik prestasi atau karya yang dapet kamu tunjukkan pada mreka?”

“Percayalah padaku, mreka engga akan menghiraukan seorang sampah sepertimu, justru kalau kamu dateng untuk melamar profesi sebagai petugas keamanan. Tau dirilah, kamu lebih baikkk pergi ke jalan untuk mencari sampah, bisa jadi kamu dapet memperoleh setidaknya dua hingga tiga rebu tiap bulan!”
Lalu, ia membuang botol air ke kaki Charlie dan menyeringai, “Tersebut, ambillah dan jualah untuk dapet duit! Jangan katakan, bila saya tak peduli padamu.”

Gerald tertawa sinis. “Kamu pasti bajingan, tapi, bagaimanapun juga kita ialah kerabat. Saya pasti mendukungmu. Kebetulan saya kenal baikkk dengan Wakil Direktur Emgrand Group, mengapa engga aku mengatakan sesuatu yang baikkk tentangmu dan kita liat apakah ia dapet menyodorkan profesi petugas kebersihan toilet untukmu?”

Charlie mengerutkan bibir tersenyum dingin dan mengucapkan, “Profesi yang saya lamar bukanlah urusanmu, mestinya kamu urus aja urusanmu. Group Emgrand ialah perusahaan besar, saya percaya mreka tak akan pengen bekerjasama dengan bajingan sepertimu.”

Wajah Gerald dipenuhi dengan amarah. “Siapa yang anda panggil bajingan?”
Charlie menanggapi najis, “Kamu, bajingan!”
Lalu, ia berbalik dan berjalan menuju gedung, tak peduli dengan teriakan murka Gerald.
“Sialan! Stop! Stop di sana, apakah kamu kagak dengar?”

Lekas, Gerald melangkah dengan cepat dan menyusul Charlie di ruang lift.
Ia berharap memberi Charlie pelajaran, setidaknya dua tamparan di wajahnya biar ia tau hasilnya kalau menyinggung perasaannya,

tapi kini mreka udah berada di dalam gedung Emgrand Group. Ia cemas dengan tingkah brutalnya pasti menodai reputasinya dan membuat murka rekan bisnisnya, jadi engga ada opsi selain membatalkan keinginannya.Ia menggertakan gigi dan memberi peringatan, “Saya melepaskanmu hari ini, tapi laen kali kamu engga akan beruntung!”

Charlie mendengus dan berjalan ke arah lift. Sblm pintu tertutup, ia mengucapkan, “Gerald White, anda pikir anda begitu hebat? Percaya padaku, anda pasti membayar sikapmu yang takabur dan congkak!”
“Sialan kamu…”

Paras Gerald menjadi amat buruk dan berwarna merah, Ia berharap menyusul ke lift tapi Wendy menghela tangannya dan mengucapkan, “Gerald, jangan naik lift yang sama dengan sampah, bisa jadi kita pasti merasa sesak napas sebab aromanya.”

Ia mengangguk, sadar betul tak wajar tangannya menyentuh Charlie. Maka, ia mendengus dingin. “Huh, kamu mujur hari ini. Saya pasti memberimu pelajaran laen kali!”
***

Di dalam lift, Charlie menuju langsung ke lantai paling atas daerah kantor Direktur.
Stephen udah memegang smuanya di Emgrand untuk dirinya. Orang yang bertanggung jawab memegang segalanya ialah wanita bernama Doris Young.

Doris Young mendapatkan reputasi sebagai wanita pembisnis yang populer di Aurous Hill. Ia nggak cuman menyenangkan , tapi juga amat handal. Ia sudah dipromosikan semenjak muda untuk menjadi Wakil Direktur Emgrand. Ia juga sebagai salah satu sebab dibalik keberhasilan perusahaan dikala ini.

Kini Emgrand Group sudah diakusisi oleh family Wade, mantan Direktur sudah pergi dan Doris tetep ada untuk menolong Direktur yang baru.

Doris cukup kaget saat pertama kali memperhatikan Charlie. Ia tak menduga memperhatikan seseorang yang masih muda dan menarik seperti itu saat mendengar mengenai Charlie dari Stephen.

Dengan cepat ia menenangkan dirinya dan memberi salam dengan rasa hormat. “Selamat dateng, Tuan Wade. Silakan ikuti aku menuju ruangan Kamu.”

Kita Usahakan Hingga Rampung Iya! Jangan Lupa Sering-sering Berkunjung ya!

di Info Menarik Terupdate

Add Comment