Bab 14 – Si Kharismatik Charlie Wade

Bab 14 – Si Kharismatik Charlie Wade

Jane kaget dengan momen yang mengagumkan tersebut, bertanya pada dirinya sendiri apa mreka di sini alasan lelaki tersebut.
Namun, dia buang pikiran tersebut dengan cepat!
Nggak mungkin! Sampah miskin tak akan kenal orang yang amat berkuasa.
Stephen keluar dari mobil yang ketiga dan terjadi masuk ke dalam Emerald Court. Jane dengan kenceng menyambutnya. Namun, Stephen mengesampingkannya dan langsung menuju Charlie.
“Tuan Muda, ini uangnya.”
Kemudian, Stephen menyodorkan isyarat dengan tangannya, ajudan yang bertubuh besar berjalan masuk ke dalam kios, meletakkan koper di lantai dan membukanya.
Dan koper tersebut penuh dengan duit!
Seluruh orang amat kaget!
Apes!
Sampah tersebut… nggak! Apa yang lelaki tersebut bilang terbukti bener!
Oh, naas! Siapa beliau sesungguhnya!
Orang-orang mulai mengeluarkan smartphone mreka, mencoba melanggengkan momen itu. Mreka nggak akan melewati momen yang mengagetkan tersebut.
Orang kepercayaan Stephen seketika membersihkan zona dan mendorong mreka untuk seketika ke luar dari kios. Mreka cuman sukses memotret sebelah belakang kepala Charlie.
Charlie menunjuk ke arah duit dan berujar pada Jane, “Kau ngomong blum pernah memperhatikan duit sebanyak itu, bkan? Lihatlah kini.”
Melihat dengan kaget. Jane bergumam dengan mengangguk. “Iya, saya udah memandanginya kini…”
Charlie menyuarakan pada Stephen, “Saya mau berjumpa dengan Manajer kios ini.”
Stephen mengangguk, mengeluarkan smartphonenya. Nyari di antara daftar kontaknya, dan melakukan panggilan.
Sesudah panggilan terjawab, dia berkoar dengan keras, “B*ngsat, saya Stephen Thompson! Kini saya berada di Emerald Court. Saya kasih waktu satu menit atau saya bakar tokomu dan mematahkan kakimu!”
Paras Jane menjadi pucat pasi, matanya dipenuhi dengan ketakutan ketika dia memperhatikan ke arah Stephen.
Siapa orang ini? Kenapa beliau demikian itu bertahta?
Atasannya ialah seorang lelaki yang masyhur di Aurous Hill dan beliau juga tergabung dalam semacem “organisasi”. Seluruh orang memperlakukannya dengan hormat! Beliau nggak percaya ada orang yang bernyali besar berujar kayak itu terhadapnya!

Nggak nyampe semenit ketika seorang lelaki paruh baya berlari dari kantor di belakang kios. Dia berlari dengan segera begitu dia memperhatikan Stephen dan berucap, “Tuan Thompson, sebuah kehormatan bagi aku mendapati Anda mengunjungi kios aku. Mengapa Anda nggak memberi tahu sblmnya, aku dpet dateng untuk menyambut Anda.”
Stephen menggerakkan tangannya menempeleng paras lelaki tersebut, dan menghinanya, “Angkuh bangeet kau? Karyawanmu bernyali besar memperlakukan Tuan Muda kita kayak ini, apa anda mau berhenti bernafas?”
Stephen mengenal bahwa Tuan Muda sudah menjalani kehidupan yang nggak membahagiakan slama 10 tahun ini. Jadi, beliau amat murka ketika mengetahui seorang pekerja rendahan memperlakukan dia dengan nggak baikkk.

Laki gempal tersebut sedikit tersinggung ketika dia terkena tamparan keras di parasnya, namun ketika dia mendengar informasi Stephen, dia kaku dan kaget.
Tuan Muda, Stephen Thompson? Iya Tuhan, kalau Stephen ialah seekor naga di dunia ini, oleh karena itu Tuan Mudanya ialah Batara yang turun dari langit!
Tubuhnya bergetar ketakutan. Beliau mengalihkan parasnya ke arah Charlie yang berdiri di samping Stephen. Remaja tersebut bagaikan lelaki awam, namun beliau Tuan Muda dari Stephen Thompson!
Laki tambun tersebut merangkak dan berucap, “Tuan Muda, aku meminta maaf. Terimalah permohonan maaf aku.”

Dia kemudian memandang ke arah pegawainya dengan penuh amarah dan berkoar, “Siapa di antara kalian yang sudah menyinggung Tuan Muda? Tunjukkan siapa dia!”
Seluruh pramuniaga memandang ke Jane dengan cepat.
Jane mau seketika pergi, namun lelaki tambun itu meloncat ke arahnya, mengambil kerahnya dan menempeleng wajahnya sembari melaknat. “Kau cewek jalang, bernyali besar bangeet kau menyinggung Tuan Muda! Kau dungu dan buta!”

Jane terjatuh ke lantai sesudah ditampar dan meratap, “Bos, aku meminta maaf, bener, bener, aku buta dan dungu, bantu maafkan aku, aku harap!”
“Memaafkanmu?” Laki tambun tersebut menjambak rambutnya, mencengkeram mukanya dan menempelengnya dengan tangannya yang besar.
Dengan satu hantaman dan diikuti hantaman laennya, darah mulai mengalir dari parasnya.”
Dasar, cewek jalang sialan! Kau mau membawaku ke neraka? Sblm kau membunuhku, aku akan membunuhmu bahkan dahulu!”

Sejumlah gigi Jane copot dari mulutnya, dan hidungnya yang dia operasi plastik patah serta wajahnya dipenuhi dengan darah.
Dia berupaya dan berjuang untuk melepaskan diri dari lelaki tambun tersebut. Dia merangkak menuju Charlie, memegangi kakinya dan menangis, “Tuan Muda, aku meminta maaf, aku nggak akan melakukannya lagi, aku nggak akan mengukur orang dari penampilannya kayak yang aku kerjakan barusan, aku harap maafkan aku.”

Charlie melotot ke arah Jane dan bergumam, “Kau patut menerimanya!”
Laki tambun tersebut kaget ketika dia memperhatikan Jane memegangi kaki Charlie. Dia langsung berlari dan memijak kepalanya, sembari berkoar, “Bernyali besar bangeet kau menyentuh kaki Tuan Muda! Saya akan membunuhmu!”
Cuma dengan satu pijakan, Jane tidak sadarkan diri.
Laki tersebut menugasi penjaga yang berada di pintu, “Lempar cewek jalang ini ke tempat sampah di belakang!”

“Baikkk, Bos!” Penjaga tersebut seketika membawa tubuh Jane yang penuh darah ke luar dari kios.
Charlie memandang ke arah lelaki tambun, dan berujar, “Istriku menggemari kalung giok ini. Bungkuskan untukku.”
Laki tambun tersebut mengangguk dan berucap, “Baikkk, akan aku kerjakan seketika!”

Charlie mengeluarkan kartu hitam dan berujar, “Gesek aja krtu ini.” Kemudian, dia berpaling ke arah Stephen dan menyuarakan, “Kau dpet membawa kembali uangnya sekarang.”
Laki tambun seketika menyela, “Tuan Muda, sebab Anda menggemari kalung Giok ini, ambillah aja, cuma-cuma!”
Charlie bergumam, “Saya nggak butuh anda memberikannya secara cuma-cuma.”
Laki tambun tersebut berujar dengan hati-hati, “Tuan Muda, tolong terima pemberian ini sebagai tanda terima kasih dari aku!”

Stephen bercakap ke Charlie, “Tuan, alasan dia mau menebus kekeliruannya dengan pemberian, bantu diterima. Kalau nggak, aku rasa dia nggak akan dpet tidur semalaman.”
Sesudah memikirkan beberapa lama, Charlie mengangguk dengan lembut. “Oke, terima kasih atas hadiahmu.”
Laki tambun menarik nafasnya dengan puas ketika Charlie menerima kalungnya. Kalau nggak, dia bergidik Stephen nggak akan melepaskannya. Dengan pengaruh dan kuasanya, akan amat gampang bagi Stephen untuk menghapus dirinya kayak menjentikkan jarinya.
Selanjutnya, Stephen bertanya, “Tuan, Anda pengen diantar?”
“Nggak, terima kasih,” Charlie menjabat tangannya dan berucap, “Di mana pintu belakangnya? Saya pergi sendiri.”

Orang-orang yang berlokasi di situ merasa mreka baru aja memasuki semacam dunia baru.
Sejumlah Rolls-Royce dateng untuk mengantarkan tiga belas juta dolar kontan cuman untuk membeli sebuah kalung Giok.
Dan terbukti pemilik Emerald Court menyodorkannya secara cuma-cuma!

Siapa orang yang tampak kayak orang biasa tersebut? Apa latar belakangnya?
Bnyak orang mengunggah video dari momen tersebut ke internet dan dengan cepat menjadi geger.
Para pengguna internet menjuluki lelaki misterius tersebut sebagai ‘Laki amat tajir’, ‘Bos’, ‘Elit misterius’ dan bnyak lagi. Justru, ada aktivitas yang bertajuk ‘browsing lelaki tajir yang misterius’ dan bnyak orang yang ikut serta di dalamnya.
Sayangnya, ketika orang-orang ini mengambil video, mreka didorong ke luar dari kios oleh ajudan, jadi gambar Charlie dalam video mreka nggak tampak terang dan meloloskan diri. Justru, tak dapet digunakan sebagai petunjuk.

Kita Usahakan Sampe Selesai Ya! Jangan Lupa Sering-sering Berkunjung ya!

di Info Menarik Terupdate

Add Comment