Bab 21 – Si Kharismatik Charlie Wade

Bab 22 – Si Kharismatik Charlie Wade

Setelah Charlie berlari ke luar, dia menyadari bahwa Claire tidak pergi terlalu jauh. Claire berjongkok di pojok pilar, menangis sesenggukan.
Charlie mendekatinya dengan perlahan, melepaskan jasnya, mengenakannya pada Claire dan berkata, “Sayangku, jangan bersedih. Jabatan Direktur di Wilson Group tidaklah istimewa, kamu bisa mendapatkan yang lebih baik dari itu…”
“Tidak, kamu tidak mengerti. Jika aku menjadi Direktur, orang tuaku dapat berdiri tegak kembali di hadapan keluargaku. Bagaimana bisa Nenek mengingkari janjinya…”
Charlie meneruskan kalimatnya, “Siapa yang tahu? Mungkin mereka akan segera memohon kepadamu untuk menjadi Direktur. Lihat wajah sembabmu, kamu akan terlihat tidak cantik ketika nanti kamu naik ke atas panggung…”
“Tidak mungkin, itu tidak mungkin, Nenek sudah mengumumkannya, itu tidak mungkin berubah. Kamu kembali saja ke dalam. Biarkan aku sendiri…”
Pada saat itu, Nyonya Wilson dan Harold juga berlari ke luar ruangan.
Wanita tua itu terengah-engah setelah berlari, dengan kerumunan orang di belakangnya menyaksikan drama itu.
Harold melihat Charlie dan Claire, beberapa saat setelah dia berada di luar. Dia bergegas menghampiri, menatap Claire yang wajahnya penuh air mata, dan berkata cemas, “Claire, cepat kejar Nona Young, minta dia untuk tidak membatalkan kerjasama kita!”
Claire menatap ke arah Harold dengan bingung. “Kontrak kita dibatalkan? Kenapa?”
Harold menggeram marah, “Berhenti berpura-pura! Itu pasti kamu kan yang meminta Nona Young untuk mempermalukan aku di depan semua orang! Jika kamu tidak membereskan masalah ini, aku tidak akan mengampunimu!”
Plak!
Nyonya Wilson menampar Harold lagi dan mencacinya dengan penuh marah, “Bagaimana bisa kamu berbicara seperti itu kepada saudaramu, dasar sialan! Dia adalah Direktur dari Wilson Group!”
Harold melangkah dengan cemas. “Nenek… bukankah Nenek bilang aku yang menjadi Direktur?”
“Jika bukan kamu yang mencuci otakku, aku tidak akan berubah pikiran secara tiba-tiba? Jika kamu terus bertingkah seperti ini, keluar saja dari keluarga Wilson!”
Harold sangat marah setelah menerima tamparan dua kali, tetapi saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk dia mengeluarkan kemarahannya. Dia hanya bisa menelan ludah dengan kesal.
Nyonya Wilson berbalik ke arah Claire dan membujuknya. “Claire, tolong, aku mohon padamu. Kamu sekarang adalah Direktur Wilson Group, tolong jelaskan kepada Nona Young. Jika tidak, kita akan benar-benar hancur!”
Claire melihat Charlie dalam kebingungan.
Charlie mengangkat bahu dan berkata, “Aku sudah bilang mereka akan ke sini dan memohon kepadamu untuk menjadi Direktur, dan kamu tidak percaya. Lihatlah, sekarang riasanmu luntur…”
Claire tersipu malu. Dia menyeka air matanya lalu berkata, “Aku akan menghubungi Emgrand.”
Dia mengambil ponselnya dan menghubungi Doris.
Semua mata tertuju kepadanya.
Beberapa saat kemudian, panggilannya dijawab. Dia mulai berbicara, “Halo, Nona Young, Nenek ingin saya menyampaikan kepada Anda bahwa saya akan dipromosikan menjadi Direktur dari Wilson Group dan saya juga yang akan bertanggung-jawab atas proyek dengan Emgrand Group. Saya harap Anda bisa memberikan kesempatan lagi kepada kami…”
Doris bicara sambil tertawa, “Tentu saja, jika Anda Direkturnya dan bertanggung-jawab terhadap proyek ini, maka tidak ada masalah, kita bisa melanjutkannya. Tapi, jika orang lain yang ditunjuk untuk pekerjaan ini, semuanya akan batal…”
“Nona Young… terima kasih, terima kasih banyak…”
Claire merasa bingung dengan semua ini. Mulai dari awal, dia merasa bahwa Emgrand Group selalu membantunya, ini keanehan yang luar biasa.
Doris bicara sambil tersenyum. “Semua ini ide Direktur, mungkin beliau akan menjelaskannya kepada Anda secara langsung nanti…”
Claire semakin bingung. Siapa sebenarnya Direktur itu? Dia belum pernah bertemu dengannya, tetapi mengapa Direktur selalu membantunya?
“Jadi, bisakah Anda kembali lagi ke aula perjamuan?” Claire bertanya dengan gugup.
Sebenarnya, Doris pergi meninggalkan aula perjamuan karena merasa kesal dengan keluarga Wilson. Memang sedikit memaksa dan memalukan untuk mengundang dia kembali ke jamuan itu.
Tanpa diduga, Doris setuju.
Mobil Doris segera kembali ke pintu masuk hotel dan membuat semua orang terkejut.
Pada saat itu, tatapan semua orang dipenuhi dengan kekaguman dan ketakutan saat mereka melihat Claire.

Kita Usahakan Sampe Selesai Ya! Jangan Lupa Sering-sering Berkunjung ya!

di Info Menarik Terupdate

Bab 21 – Si Kharismatik Charlie Wade

Charlie perlahan berdiri dikala seluruh orang ternganga nggak yakin.
Dengan kenceng, seluruh mata para tamu yang ada di hidangan makan tersebut tertuju padanya.
“Charlie, apa yang kau kerjakan! Cepetan duduk!” Elaine memekik ngeri.
Apa ia nggak tau di mana ia berada dikala ini! Tak satu bahkan Bos besar yang bernyali besar untuk berdiri di saat seperti ini, tapi apa target si sampah ini mencari kepedulian!
Gerald dan Kevin saling bertukar pandang dan berbisik, “Naas, apa dia sungguh-sungguh Direktur Emgrand Group?”
Tidak lama setelah itu, mreka menggelengkan kepala.
“Tak mungkin, bila ia sungguh-sungguh Direktur, gimana mungkin ia dimarahi oleh ibu mertuanya?”
“Sampah, apa yang kau kerjakan? Duduk!” Harold berkoar dengan nada dongkol di atas panggung.
Charlie melotot ke arah Harold dengan dingin. Lalu, ia berjalan ke arah Doris dan berbisik di kupingnya, mengesampingkan pandangan keheranan seluruh orang.
Doris mengangguk pelan sambil mendengarkan.
Segmen tersebut menjadikan hati seluruh orang berdetak pesat!
Wakil Direktur Emgrand Group! Lambang keindahan di Aurous Hill! Bagaimana bisa Charlie, si sampah dari family Wilson, mengetahui ia? Faktanya, dari yang tampak, mreka tampaknya cukup dket.
Sesudah berbincang-bincang, mengabaikan pandangan penuh berprasangka orang-orang, Charlie berjalan ke luar ruangan untuk mencari Claire.
Doris berdiri, naik ke pentas dan mengambil mikrofon, dan mulai berbincang-bincang dikala seluruh orang memandang keheranan ke arahnya. “Hai, saya Doris Young. Tuan Charlie Wade barusan ketemu dengan Direktur di luar dan Direktur kita menitipkan pesen kepadanya.”
Seluruh orang bernafas puas dikala mreka dengar bahwa Charlie bukanlah Direktur Emgrand Group.
Kevin bergumam dengan najis, “Jadi cuman bertepatan aja ketemu, gimana bisa ia begitu tak tau malu bersikap bagai asistennya aja! Ia sungguh-sungguh nggak tau malu.”
Gerald mengangkat pundaknya dan mesem. “Lagi pula, nggak ada yang melakukan itu.”
Sementara tersebut, di atas pentas, Doris memandang Nyonya Wilson dengan paras dingin.
“Direktur memintaku menuturkan ini kepadamu…”
“Emgrand Group menghentikan kerjasama dengan Wilson Group. Kontrak dinyatakan gagal!”
“Apa!”
Teriakan keras bergema di dalam ruangan. Tak ada yang menduga bahwa Doris akan menuturkan hal ini.
Seluruh orang merasa tercengang dan keder dengan transformasi yang tak disangka ini.
Nyonya Wilson berlari ke arah Doris dan mengucapkan, “Nona Young, apa niat Kamu? Kenapa ketentuan ini mndadak? Apa kita menjalankan kekeliruan?”

Ia udah mengundang seluruh Bos paling agung untuk dateng di kegiatan hidangan makan malem ini, berharap akan menaikkan reputasi mreka di Aurous Hill.
Jikalau pengumuman pencopotan proyek diumumkan di lokasi ini, maka dari itu family Wilson akan dihina dan diinjak-injak oleh seluruh orang!

Doris berujar dengan tegas, “Sesungguhnya, kerjasama ini berjalan sebab Direktur kita mengakui keahlian Nona Claire. Entah kenapa, Anda mengambil ketentuan sendiri untuk memilih Harold sebagai orang yang bertanggung-jawab dalam proyek! Maap, kita nggak dapet menerima aturan konyol kayak itu!”

Berikutnya, Doris menyimpan mikrofon dan pergi meninggalkan ruangan.
Nyonya Wilson berbaring di atas pentas, dan parasnya pucat bagai kertas.
Ia nggak pernah menduga bahwa kelicikannya akan membuang harapan yang amat jarang begitu aja!

Jikalau ia tau akan berakhir kayak ini, ia nggak akan mengganti jabatan Claire dengan Harold sebagai Direktur, walaupun seseorang menodongkan pistol ke arahnya!
Di samping itu Harold juga merasa kalah. Apa yang terjadi? Kelihatannya Doris menghalanginya, tapi ia nggak ingat apa ia pernah menyinggung Doris!

Harold mendekati neneknya dan berujar dengan putus asa, “Nenek, pengangkatan Direktur telah diumumkan, Nenek nggak menyesal dengan ketetapan tersebut kan, ya kan?”
Nyonya Wilson berupaya berdiri. Ia mengangkat tangannya dan menempeleng Harold sambil mengucapkan sangat murka, “Dasar sialan! Gmna bisa kau masih memikirkan mengenai jabatan tersebut pada saat ini! Cepetan, pergi bersamaku dan cari Claire saat ini juga!”

Kita Usahakan Sampe Usai Ya! Jangan Lupa Sering-sering Berkunjung ya!

di Info Menarik Terupdate

Add Comment