Bab 33 – Si Kharismatik Charlie Wade

Bab 33 – Si Kharismatik Charlie Wade

Elaine seperti terbang ke bulan dan sedikit tidak percaya dengan perkataan Axel yang dia dengar. Uangnya bertambah dari $1,3 juta menjadi $2 juta!
Dia bertanya heran, “Kamu yakin? Apakah benar kamu memberiku $2 juta?”
Axel mengangguk cepat. “Tentu saja! Ini semua milik Anda!”
“Wow, luar biasa!” Elaine tertawa bahagia.
Melihat Elaine tidak hanya mendapatkan uangnya, tetapi juga tambahan 500 dolar, para lansia yang lainnya diam-diam mengharapkan hal serupa. Mereka merasa karena uang Elaine bisa dikembalikan, mereka juga akan menerima uangnya, bukankah begitu?
Maka, beberapa dari mereka mulai berkata, “Tuan Jordan, bagaimana dengan uang kami?”
Axel menoleh ke Albert, kesal.
Albert dengan berat hati menyerahkan semua uang yang sudah dia kantongi, karena dia menyerah melawan keluarga Wade yang tidak bisa dia lawan—bahkan mungkin dia akan kehilangan nyawanya. Oleh karena itu, dia berkata, “Dikembalikan, semuanya dikembalikan! Karena Tuan Wade, kembalikan semua uang mereka dan juga dividennya!”
Mereka semua bersorak gembira.
Tiba-tiba, Charlie berbicara dengan nada dingin, “Don Albert, apa maksudmu karena aku? Aku tidak ada hubungannya dengan mereka. Kamu mencoba mengkambing-hitamkan aku?”
Albert terkejut. “Tuan Wade, maksud Anda bagaimana? Mohon maaf, saya tidak mengerti…”
“Maksudku, uang mereka tidak ada hubungannya denganku. Semua terserah kamu, mau mengembalikannya atau tidak, tetapi jika kamu berani mengembalikannya karena aku, jangan salahkan aku untuk menghukummu sekarang juga!”
Para lansia itu sama seperti Elaine dan telah mengejeknya, jadi kenapa dia harus menolong mengembalikan uang mereka?
Sebaliknya, dia bukan saja tidak mau membantu pengembalian uang mereka, tetapi juga mengingatkan Albert jika berani mengembalikan uang mereka, maka dia akan menghukum Albert!
Tentu saja, Albert memahami pikiran Charlie. Dia mengangguk serius dan berkata, “Baik, Tuan Wade. Saya mengerti!”
Dia menoleh ke Axel dan berkata, “Hanya Tuan Wade dan ibu mertuanya yang menjadi perhatian kita. Abaikan mereka semua!”
“Hah!?” Para lansia yang tadi bergembira, tiba-tiba terkejut. Beberapa mulai meratap dan menangis dengan kencang.
Beberapa bahkan meminta maaf kepada Charlie, tetapi Charlie tidak memperdulikan mereka.
Tidakkah para lansia yang kasar itu mengingat bagaimana mereka menghina Charlie tadi?
Berani-beraninya mereka meminta bantuannya sekarang ketika melihat betapa hormatnya Don Albert kepada dia?
Kalian semua, pergilah ke neraka!
Melihat para lansia memohon dan mengusik Charlie, Albert segera berteriak. “Diam kalian semua, sialan! Semuanya! Siapa yang berani mengucapkan satu kata dan mengganggu Tuan Wade, aku akan membunuhnya!”
Tiba-tiba, suara hiruk-pikuk menjadi tenang dan para lansia terdiam seperti tikus gereja.
Albert menatap ke arah Kevin dan berkata, “Tuan Wade, apakah Tuan White teman Anda?”
Charlie melihat ke arah Kevin, dan Kevin segera memohon saat mata mereka saling bertemu, “Charlie, Charlie! Aku mohon, tolong aku! Beritahu Albert, bahwa kita berteman! Aku mohon!”
Charlie mendengus cuek dan berkata, “Aku tidak kenal dia. Kamu bisa melanjutkan apa pun yang kalian mau lakukan, lepaskan dia setelah kalian merasa puas.”
Albert mengangguk mengerti dan memberi perintah pada anak buahnya, “Sialan, cepat pukuli dia! Bocah sialan ini benar-benar merusak pemandangan!”
Kevin meratap ngeri, “Charlie! Aku minta maaf, sungguh minta maaf, aku mohon tolong aku! Aku mohon…”

Kita Usahakan Sampe Selesai Ya! Jangan Lupa Sering-sering Berkunjung ya!

di Info Menarik Terupdate

Add Comment