Bab 42 – Si Kharismatik Charlie Wade

Bab 42 – Si Kharismatik Charlie Wade

Don Albert sudah datang!
“Tuan Wade? Tuan Wade siapa?”
Albert berjalan masuk ke ruangan dan memukul Bill sampai tersungkur ke lantai. “Dasar bajingan bodoh, bisa-bisanya kamu tidak mengenali Tuan Wade! Aku akan membunuhmu, sialan!”
Albert memaki sambil menendang Bill karena panik.
Bill, yang sebelumnya tidak terkalahkan dan begitu sombong, sekarang berjongkok di lantai sambil berteriak seperti anjing yang dipukuli.
Loreen benar-benar terkejut. Apa yang sebenarnya sedang terjadi?
Semua anak buah Bill juga panik. Siapa sebenarnya Tuan Wade? Mereka juga hampir memukulnya. Mereka benar-benar sedang menggali kuburan mereka sendiri!
Albert meraung di depan semua anggota geng, “Dan kalian semuanya bodoh! Kenapa kalian masih terus berdiri seperti kayu? Minta maaf kepada Tuan Wade sekarang!”
“Tuan Wade, maafkan kami semua. Kami benar-benar orang bodoh yang tidak mengenali Anda! Mohon maafkan kami!”
Semua orang langsung berlutut dan meminta maaf sedalam-dalamnya.
Bill juga merasa takut. Dia menampar wajahnya sendiri dan memohon maaf. “Tuan Wade, saya benar-benar minta maaf, mohon maafkan tindakan kasar saya dan ampuni saya!”
Albert juga menampar wajahnya sendiri sebagai hukuman dan berkata dengan gugup, “Tuan Wade, saya juga minta maaf atas ketidak becusan saya yang membuat anak buah saya menyinggung Anda dan teman-teman Anda.”
Charlie melihat sekilas ke Loreen dan berkata santai, “Aku ke sini untuk menjamu teman istriku makan siang.”
Charlie menoleh ke Wendy dan yang lainnya, ia berkata dingin. “Mereka bukan temanku.”
Loreen benar-benar terkejut!
Charlie sama sekali tidak berbohong. Dia memang telah memesan ruangan di Heaven Springs dan itu memang yang paling mewah yaitu Diamond Suite.
Yang paling penting dari itu semua adalah Don Albert sendiri yang memesan ruangan ini untuk Charlie!
Ketika Loreen mengingat bagaimana dia meremehkan Charlie sebelumnya, wajahnya pun memerah karena malu. Dia benar-benar merasa malu pada dirinya sendiri.
Sementara itu, Harold gemetaran karena takut saat mendengar percakapan mereka!
Apa yang terjadi? Charlie sang pecundang itu benar-benar teman Don Albert? Bagaimana mungkin?
Wendy sama terkejutnya. Ternyata, Charlie memang mengenal Don Albert!
Tidak hanya itu, bahkan Albert sangat sopan terhadapnya!
Kemudian Wendy melirik lagi ke arah Gerald. Dia benar-benar pingsan di saat penting seperti ini.
Orang-orang Don menyeka keringat dingin di kening mereka dan berkata dengan sungguh-sungguh, “Tuan Wade, tidak usah khawatir, ini tidak akan pernah terjadi lagi. Anda bisa datang kapan saja ke Heaven Springs dan menggunakan ruangan Diamond Suite. Jika ada anak buah saya yang tidak mengenali Anda, saya akan cungkil mata mereka!”
Charlie mengangguk dan berkata kepada Loreen, “Hei, kita sudah selesai makan, jadi kenapa kita tidak ke luar saja dari sini? Di sini benar-benar kacau dan berantakan!”
Loreen kembali tenang ketika mendengar suara Charlie dan dengan refleks berkata, “Bagaimana dengan mereka?”
Loreen merasa sedikit khawatir dengan Harold, Gerald, dan Wendy yang kondisinya menyedihkan.
Charlie menjawab santai, “Biarkan Albert yang mengurus mereka.”
Albert segera berkata, “Tuan Wade, jangan khawatir. Saya akan memanggil ambulans dan mengirim mereka segera ke Rumah Sakit!”
“Oke,” Charlie mengangguk dan melanjutkan, “Aku akan serahkan semuanya kepadamu, itu saja.”
Loreen, yang masih merasa bingung, mengikuti Charlie ke luar dari Heaven Springs.
Jantungnya berdegup kencang, napasnya menjadi sesak bahkan ketika sudah keluar dari restoran.
Dia melirik ke arah Charlie, orang yang tidak menunjukkan ekspresi apa pun seakan-akan tidak terjadi apa pun. Dia merasa Charlie seakan-akan ditutupi oleh kabut yang membuat dia semakin misterius.
“Charlie, tentang hari ini…”
Sebelum dia menyelesaikan kalimatnya, Charlie menyela dan berbicara santai, “Loreen, aku harap kamu bisa menjaga rahasia apa yang terjadi hari ini, aku mohon. Jika Claire tahu aku berhubungan dengan seseorang dari dunia kegelapan seperti Don Albert, dia pasti akan sangat marah.”
Loreen mengangguk cepat, “Baiklah, aku mengerti.”
Setelah Charlie dan Loreen pergi, Albert memanggil ambulans dan mengirim mereka yang terluka ke Rumah Sakit.
Wendy mengalami patah tulang di wajahnya karena serangan yang membuat wajahnya berubah bentuk. Bisa dibilang dia sudah cacat.
Salah satu tangan Harold juga patah dan itu membutuhkan waktu yang sangat lama untuk pulih.
Sedangkan Gerald, menderita gegar otak parah akibat pukulan yang diterima di kepalanya. Meskipun dia selamat, tetapi setelah itu, efek dari kerusakan otaknya akan menjadi mimpi buruk seumur hidupnya.

Kita Usahakan Sampe Selesai Ya! Jangan Lupa Sering-sering Berkunjung ya!

di Info Menarik Terupdate

Add Comment